Senin, 21 Desember 2009

TEKNIK DISKUSI

TEKHNIK MEMBUAT PROPOSAL
A. PENDAHULUAN

Setiap orang yang tidak melakukan perencanaan biasanya bisa saja berhasil, tetapi kemungkinan gagalnya lebih besar dibanding kemungkin berhasil. Apalagi jika kita ingin seseorang atau suatu lembaga ikut membantu atau terlibat dalam suatu kegiatan yang ingin dilaksanakan. Untuk itu diperlukan penjelasan tertulis tentang rencana kegiatan yang akan dilakukan tersebut. Rencana kerja yang dituliskan dalam bentuk ringkas dan sederhana mengenai kegiatan yang akan dilakukan tersebut biasanya disebut dengan proposal.
Proposal itu terdiri dari berbagai jenis, mulai dari yang paling rumit dan memerlukan perhitungan matang sampai dengan yang sederhana. Namun dalam kesempatan ini kita hanya membahas bentuk proposal yang biasa digunakan dalam kegiatan pelajar.

B. PENGERTIAN PROPOSAL

Sebelum membahas bagaimana teknik atau cara membuat proposal, akan lebih baik jika kita memahami arti dari kata proposal itu sendiri. Jika kamu mau melihat dan memanfaatkan kamus baik kamus Inggris-Indonesia atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka dengan mudah arti dari kata proposal itu ditemukan. Pengertian proposal yang tercatum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu : Rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.

C. PROPOSAL DAN PERENCANAAN KEGIATAN

Untuk lebih mudahnya sebut saja ada kegiatan yang tidak bisa direncanakan atau tidak perlu direncanakan dengan kata lain direncanakan atau tidak kegiatan itu pasti terjadi dan kita lakukan, ada kegiatan yang berlangsung secara rutin yang mungkin kita rencanakan dan mungkin juga terlaksana tanpa harus merencanakannya terlebih dahulu, yang terakhir adalah kegiatan yang sebaiknya direncanakan terlebih dahulu.
Merencanakan suatu kegiatan terlebih dahulu yang dimaksudkan disini adalah menentukan apa kegiatannya. Kapan kita akan melakukannya, bagaimana kita melakukannya, dengan siapa akan dilakukan, manfaatnya, tujuannya dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Kalau rencana kegiatan itu dituliskan atau kita turunkan dalam bentuk tindakan-tindakan yang akan dilakukan (biasanya secara tertulis)maka disebut proposal.
Rencana kegiatan yang dituangkan dalam proposal biasanya dibuat serinci mungkin sehingga dengan membaca proposal itu orang segera dapat membayangkan kegiatan apa yang akan diselenggarakan oleh si pembuat proposal. Setidaknya secara garis besarnya saja, jika ide kegiatan itu dikhawatirkan akan dicuri oleh orang lain.

D. JENIS-JENIS PROPOSAL

Jenis proposal pada dasarya banyak sekali, tergantung dari kegiatan apa yang akan diselenggarakandan siapa pelaksananya serta dengan tujuan apa. Meskipun demikian setidaknya kita mengenal jenis-jenis proposal sebagai berikut :

1. Proposal Penelitian
Proposal penelitian merupakan jenis proposal yang dibuat oleh pelajar atau mahasiswa atau juga para peneliti (masyarakat akademis) untuk mengajukan rencana penelitian yang akan dilakukannya. Dalam proposal ini menyangkut masalah apa yang akan diteliti, dengan metode atau cara apa penelitian dilakukan, menggunakan teori apa serta hasil yang diharapkan dari penelitian itu apa. Proposal jenis ini termasuk yang sering dibuat dan memiliki standar baku sendiri.

2. Proposal Bisnis
Proposal bisnis merupaka jenis proposal yang dibuat oleh individu atau organisasi perusahaan untuk mengajukan suatu proyek atau usaha. Biasanya dalam proposal bisnis ini dicantumkan aktivitas bisnis apa yang akan diselenggarakan, berapa tingkat kemungkinan berhasilnya, berapa tingkat keuntungan yang mungkin didapat, dengan cara apa dan dengan siapa bisnis itu akan diselenggarakan. Jenis proposal ini tidak memiliki standar baku, karena setiap orang atau perusahaan memiliki cara atau model proposal sendiri-sendiri. Jenis proposal ini sering dirahasiakan keberadaanya.

3. Proposal Kegiatan Sosial
Proposal kegiatan sosial merupakan jenis proposal yang dibuat untuk melakukan kegiatan yang bukan penelitian dan bisnis. Dengan kata lain proposal ini dibuat untuk kegiatan yang bukan mencari untung. Proposal ini termasuk proposal kegiatan pelajar. Jenis proposal ini juga tidak memiliki standar baku tertentu, tetapi setidaknya memiliki model yang bisa dilihat unsur-unsur yang dimuat dalam proposal.

E. UNSUR-UNSUR PROPOSAL

1. Pendahuluan
Dalam pendahuluan biasanya dijelaskan secara garis besarnya saja tentang tujuan kegiatan diselenggarakan, siapa yang akan menjadi peserta kegiatan, bagaimana kegiatan akan diselenggarakan, dan apa manfaat dari kegiatan tersebut. Dengan membaca pendahuluan dari proposal, orang dapat membayangkan apa dan bagaimana kegiatan itu akan dilaksanakan.

2. Dasar Pelaksanaan
Bagian ini menjelaskan tentang suatu kegiatan yang telah mendapat persetujuan dari pemerintah sehingga bersifat legal dan tidak bertentangan dengan konstitusi seperti : Pancasila, UUD 1945, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri Pendidikan dan Keputusan lainnya yang mengutkan terselenggaranya kegiatan tersebut.

3. Tujuan
Bagian ini menjelaskan tentang tujuan apa yang hendak dicapai melalui kegiatan tersebut. Biasanya ada dua jenis tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menjelaskan secara garis besar maksud kegiatan tersebut, misalnya meningkatkan rasa persaudaraan se-bangsa dan se-tanah air. Sedangkan tujuan khususnya biasanya dibuat lebih dari satu dan lebih terperinci, hal ini dimaksudkan untuk memberi kejelasan tentang tujuan yang dapat langsung dicapai melalui kegiatan tersebut.

4. Nama Kegiatan
Bagian ini menyebutkan “nama apa” yang diberikan kepada kegiatan yang akan diselenggarakan tersebut, sehingga orang tahu apa nama kegiatan tersebut, misalnya “ Musyawarah Daerah IV Purna Pakibraka Indonesia Madsarah Aliyah DKI Jakarta”.

5. Waktu dan Tempat Kegiatan
Bagian ini menjelaskan secara rinci kapan kegiatan itu di selenggarakan dan dimana kegiatan tersebut berlangsung. Mengenai waktu harus disebutkan jam, hari, tanggal, bulan dan tahun. Sedangkan mengenai tempat sebaiknya disebutkan tempat kegiatan secara rinci (alamat/ lokasi).
6. Peserta/ Sasaran Kegiatan
Bagian ini menjelaskan siapa yang akan menjadi peserta kegiatan, berapa jumlahnya, siapa yang mejadi sasaran kegiatan tersebut. Disebagian proposal ada yang menulis pesertanya saja, ada yang menulis sasarannya saja dan ada yang menulis peserta dan sasarannya secara terpisah.

7. Tema Kegiatan
Biasanya tetulis harapan atau tujuan dari kegiatan yang akan diselenggarakan dan biasanya juga tema kegiatan yang tertulis di proposal sama dengan yang tertulis di spanduk (jika diperlukan), misalnya “ Dengan kegiatan LDK kita bentuk para siswa yang berpotensi dan penuh tanggung jawab”.

8. Keorganisasian Panitia
Bagian ini menjelaskan organisasi panitia dalam bentuk atau bagan susunan panitia, mulai dari pelindung, penanggung jawab, ketua sampai pada seksi kegiatan dan anggotanya. Biasanya dicantumkan nama seksi atau jabatan serta nama orang yang menjabatnya dan bagian ini biasanya ditulis secara rinci dibagian lampiran.

9. Anggaran Biaya
A. Biaya
Bagian ini menjelaskan secara garis besar tentang berapa uang yang dibutuhkan, berapa uang yang dimiliki oleh panitia, berapa pengeluarannya, dari mana atau dari siapa saja yang diharapkan dapat menutupi kekurangan tersebut, misalnya melalui sponsor, sumbangan atau sumber dana lainnya.



B. Sumber Pendanaan
Penyelenggaraan melalui proposal harus dapat menetapkan dari mana saja dana dapat diperoleh dan melalui cara apa. Cara yang paling umum dipakai adalah dengan mencari sponsor dan para dermawan yang mau memberikan bantuan keuangan atau barang yang diperlukan untuk kegiatan tersebut. Kalau orang ingin mengajukan permohonan bantuan kepada perusahaan maka cara itu disebut dengan sponsor. Cara ini biasanya menuntut kontra-prestasi (manfaat) apa yang bisa diperoleh oleh pihak pemberi sponsor, kalau perusahaan maka keuntungan apa yang bisa diperoleh perusahaan, biasanya promosi dan nama baik perusahaan pemberi sponsor, yang dicantumkan dalam spanduk dan buku kegiatan kalau ada.

10. Penutup
Bagian ini berisi kata penutup dari suatu proposal, dengan kata penutup ini berakhirlah sebuah proposal. Dan melalui kata penutup ini pembuat proposal sekaligus menyampaikan harapan dan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat dan akan membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.

11. Lampiran
Bagian ini menjelaskan tentang hal-hal yang perlu diketahui atau unsur-unsur tambahan diproposal. Bagian atau unsur-unsur yang tidak dijelaskan secara rinci diproposal akan dijelaskan dibagian ini, misalnya struktur organisasi, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal acara, dan lain-lain.




Contoh :

A. Time Schedule
Dalam sebuah time schedule (rancangan waktu kegiatan secara keseluruhan) selalu dicantumkan seluruh kegiatan yang pasti dilakukan untuk mewujudkan kegiatan tersebut. Paling tidak harus dicantumkan jenis kegiatannya, waktu dan penanggung jawab. Dengan cara ini akan diperoleh manfaat antara lain : bagi panitia dapat membantu untuk mengontrol pelaksanaan kegiatan, dan dapat mendorong serta mengingatkan temannya tentang waktu dan penyelesaian kegiatan. Bagi orang lain (seperti pemberi dana) mereka dapat melihat bagaimana kesungguhan panitia dalam kegiatan. Biasanya orang mengukur kemapuan atau kesungguhan panitia dari time schedule.

Contoh :
Kegiatan Mei 2005 Juni 2005 Juli 2005 Agustus 2005
Minggu Ke I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
1. Rapat Pembentukan Panitia
2. Rapat Perencanaan Kegiatan
3. Surat-surat Perizinan
4. Pencarian Dana
5. Menghubungi Fasilitator
6. Pelaksanaan Kegiatan
7. Rapat Evaluasi
8. Laporan Pertanggung Jawaban Panitia/ Laporan Hasil Kegiatan


B. Agenda Kegiatan/ Jadwal Acara
Dalam bagian ini dijelaskan secara rinci tentang materi kegiatan yang akan diselenggarakan, penanggung jawab dan pelaksana kegiatan, waktu dan tempat kegiatan. Sehingga orang dapat memahami dengan jelas bentuk nyata dari kegiatan yang akan diselenggarakan.

C. Tata Tertib Pelaksanaan
Dalam bagian ini dijelaskan secara rinci tentang peraturan-peraturan kegiatan yang akan diselenggarakan agar terlaksana dengan tertib, teratur dan tidak menyimpang dari tujuan dan agenda acara kegiatan.






F. PENUTUP

Sebagai penutup dari tulisan ini akan dikemukakan beberapa hal :

• Bahwa suatu kegiatan akan berhasil kalau orang-orang yang terlibat saling mempercayai, mempunyai keyakinan tinggi dan patuh pada pimpinannya.

• Proposal merupakan wujud dari rencana kegiatan yang dituangkan secara rinci dan tertulis.

• Suatu kegiatan akan menarik dan mendorong orang untuk membantu kegiatan itu jika mempunyai manfaat bagi orang lain, peserta dan pihak pemberi dana.

• Contoh proposal ini tidak mutlak semua unsur ada, tetapi dapat disesuaikan dengan nama kegiatan yang akan diselenggarakan seperti unsur : penceramah/ fasilitator, metode pelatihan, alat bantu pelatihan dan sebagainya, atau perlu ada unsur yang harus ditiadakan seperti : tata tertib, sumber pendanaan, time schedule, dan sebagainya. Tujuan dari semua ini agar proposal terbentuk tidak rancu dan dapat dipahami dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Andri. Makalah yang dipresentasikan pada Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa Madrasah Aliyah Negeri 10 (MAN) Joglo. 04 Februari 1995.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar